Jelajahi Museum Nasional Indonesia
Museum Nasional Indonesia
Museum Nasional Indonesia merupakan salah satu museum terbesar dan tertua di Asia Tenggara. Museum yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat No. 12, Jakarta Pusat ini menyimpan berbagai koleksi bersejarah yang mencerminkan perjalanan panjang peradaban bangsa Indonesia.
Museum Nasional Indonesia terus mengalami perkembangan sebagai pusat pelestarian sejarah dan budaya bangsa. Saat ini, Museum Nasional Indonesia berada di bawah pengelolaan Museum dan Cagar Budaya (MCB) atau Indonesian Heritage Agency (IHA), sebuah Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang mengelola berbagai museum dan situs cagar budaya nasional. IHA bertanggung jawab atas pengelolaan 19 museum dan galeri serta 34 situs cagar budaya di Indonesia.
Pada awal perjalanan memasuki Museum Nasional Indonesia, pengunjung diajak menelusuri sejarah panjang peradaban Nusantara sejak masa prasejarah. Museum ini sendiri berawal dari berdirinya Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen pada 24 April 1778, sebuah lembaga ilmiah yang bertujuan mengembangkan penelitian di bidang seni, budaya, dan ilmu pengetahuan. Seiring bertambahnya koleksi, pemerintah Hindia Belanda membangun gedung museum yang kini berada di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, dan mulai dibuka untuk umum pada tahun 1868.
Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah ruang prasejarah yang menampilkan fosil dan kerangka hewan purba, seperti mamut dan berbagai fauna yang pernah hidup di wilayah Indonesia. Koleksi ini memberikan gambaran tentang kehidupan jutaan tahun lalu serta proses evolusi alam yang membentuk Nusantara. Melalui penyajian koleksi yang informatif dan modern, Museum Nasional tidak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak bersejarah, tetapi juga sarana edukasi yang membantu pengunjung memahami perjalanan panjang sejarah Indonesia dari masa prasejarah hingga masa kini.
Bagian 2 : Plataran Arca
Di Museum Nasional, koleksi Yupa dipamerkan sebagai saksi lahirnya peradaban awal Indonesia. Melalui prasasti ini diketahui silsilah raja-raja Kutai, mulai dari Kudungga, Aswawarman, hingga Raja Mulawarman yang terkenal karena kedermawanannya kepada para brahmana. Bentuk batu yang sederhana namun kokoh menunjukkan bagaimana masyarakat pada masa itu mengabadikan peristiwa penting ke dalam media yang mampu bertahan selama berabad-abad. Keberadaan Prasasti Yupa tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga menjadi simbol awal tradisi tulis dan perkembangan peradaban Nusantara.
Bagian 5 : Pameran TATAH
Bagian 7 : Pameran Numismatik


.jpg)
.jpg)
.jpeg)




Komentar
Posting Komentar